Ditulis oleh Amros/Papua Pos
|
||||||||||||
| Sabtu, 14 Juni 2008 01:15 | ||||||||||||
|
Sentani - Iven Festival Danau Sentani (FDS) yang akan diselenggarakan tanggal 19-21 Juni 2008 direncanakan akan dibuka Menteri Parawisata RI.
Menteri Parawisata RI selain menandatangani prasasti FDS sekaligus membuka pelaksanaan kegiatan, juga akan memberikan pengarahan kepada seluruh Dinas Pariwisata Se- Indonesia menyangkut pembenahan parawisata danau di Indoensia. “ Kehadiran para kepala Dinas Pariwisata se- Indonesia itu, diundang langsung Menteri Pariwisata RI, guna mengadakan meeting khusus membahas soal pembenahan pariwisata Danau di Indonesia,” katanya. Demikian dikemukakan, Pemrakarsa Kegiatan FDS, Mian Simanjuntak kepada Papua Pos saat ditemui di kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, pekan kemarin. “ Kita akui FDS ini pertama kali dilakukan, namun setidaknya memiliki kelebihan, diantaranya akan dihadiri Menteri pariwisata dan Menteri Perhubungan, sekaligus dalam perencanaannya pak Menteri sendiri akan mengundang dinas-dinas pariwisata se-Indonesia yang wilayahnya memiliki danau untuk datang ke Papua menyaksikan ivent FDS, sekaligus bertujuan mendapatkan penjelasan dan arahan dari menteri mengenai rencana stretegi pembenahan pariwisata danau di Indonesia,” tuturnya. Pembenahan pariwisata Danau, menurut Mian tentunya terkait dengan penataan dan pengelolaan danau yang tepat guna, sehingga menjadi lokasi pariwisata yang diminati wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal. Lebih lanjut menurut Mian, konsep pengembangan pariwisata di Papua, khususnya pelaksanaan FDS merupakan wujud nyata kemauan seluruh elemen terkait untuk membangun daerah melalui sektor kepariwisataan. Pasalnya gagasan FDS telah sesuai dengan visi dan misi pemerintah daerah untuk memajukan daerah kabupaten Jayapura melalui sektor pariwisata. “Meski belum memasuki hari H, setidaknya kita patut memberikan apresiasi positif kepada pemerintah daerah dan masyarakat khususnya tua-tua adat yang ada disekitar pinggiran danau Sentani yang telah menunjukan semangat untuk menyukseskan FDS, sebagai bukti dari sisi persiapan fisik sudah nampak kelihatan bangunan infrastrukurnya, termasuk kesiapan untuk memamerkan budaya leluhur mereka,” tandasnya. Disamping semangatnya untuk menyukseskan ifent FDS, lanjut Mian selaku pemrakarsa FDS menargetkan setidaknya Provinsi Papua, khususnya Kabupaten Jayapura di tahun 2009 mendatang menjadi destiminasi utama di Indonesia, atau menjadi kota-kota yang terkenal di dunia kepariwisataan seperti kota-kota lainnya di Indonesia. Dengan demikian, bila Papua sudah mencuri perhatian luar disektor kepariwisataan maka perkembangan dan kemajuan akan tumbuh pesat. Tidak hanya, itu keberadaan pariwisata di Papua sudah menjadi memori publik baik di tingkat nasional maupun internasional, sehingga tidak lagi masyarakat, pemerintah atau panitia yang sekarang ini bekerja harus terus menerus mempromosikan FDS, melainkan dengan sendirinya sudah dikenal dan diminati wisatawan.**
|